Apresiasi musik adalah
mengajarkan orang-orang apa maksud mendengarkan musik dan mengapresiasi
berbagai jenis musik.
Biasanya, kelas apresiasi musik mencakup pelajaran sejarah
untuk menjelaskan mengapa orang-orang dari zaman tertentu menyukai musik yang
mereka buat. "Apresiasi", dalam hal ini berarti memahami nilai dan
keistimewaan setiap gaya musik.
Apresiasi berasal dari bahasa Inggris, appreciation yang berarti penghargaan yang
positif. Sedangkan pengertian apresiasi adalah kegiatan mengenali, menilai, dan
menghargai bobot seni atau nilai seni. jenis musik berdasarkan jenis materinya
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu musik tradisional, musik klasik, dan musik
modern.
Pengertian apresiasi secara umum adalah suatu
penghargaan atau penilaian terhadap suatu karya tertentu. Biasanya apresiasi
berupa hal yang positif tetapi juga bisa yang negatif. Apresiasi dibagi menjadi
tiga, yakni kritik, pujian, dan saran.
Tujuan pokok dari mengapresiasi seni adalah menjadikan masyarakat agar tahu
apa, bagaimana, dan apa maksud dan tujuan dari karya seni itu. Dengan kata lain
masyarakat dapat menanggapi, menghayati serta menilai suatu karya seni.
Adapun tujuan akhir karya seni yaitu :
Adapun tujuan akhir karya seni yaitu :
- Untuk mengembangkan nilai estetika karya seni
- Untuk mengembangkan kreasi
- Untuk penyempurnaan
Dalam mengapresiasi suatu karya seni, adapaun sikap atau kegiatan yang
digolongkan sebagai berikut :
- Apresiasi empatik, yaitu sikap apresiasi yang menilai suatu karya seni
sebatas tangkapan indrawi.
- Apresiasi estetis, yaitu apresiasi menilai karya seni dengan
melibatkan pengamatan dan penghayatan yang mendalam.
- Apresiasi kritik, yaitu apresiasi karya seni dengan mengklasifikasi,
mendeskripsi, menjelaskan, menganalisis, menafsirkan dan mengevaluasi
serta menyimpulkan hasil pengamatannya. Sikap apresiasi ini dapat
dilakukan secara langsung dengan mengamati suatu benda.
Kegiatan berapresiasi meliputi: persepsi, pengetahuan, pengertian, analisis, penlaian, dan apresiasi. Kegiatan persepsi yaitu memberikan gambaran-gambaran tentang bentuk-bentuk karya seni di Indonesia, contohnya memperkenalkan tarian-tarian, musik, dan lain-lain. Pengetahuan yaitu pada tahap ini, kita mempresentasekan pengetahuan-pengetahuan yang telah di miliki baik sejarah ataupun yang lainnya. Pengertian, pada tingkat ini, harapan dapat membantu menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan musik. Analisis, pada tahap ini, kita mulai mendeskripsikan seni yang telah di pelajari. Penilaian yaitu memberikan sebuah saran ataupun kritkan terhadap suatu karya seni.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam
apresiasi seni meliputi :
a. Persepsi
Pada kegiatan persepsi kita mengenali atau mengidentifikasi bentuk-bentuk karya seni akan kita apresiasi, misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater , baik tradisional, maupun modern. Pada kegiatan persepsi kita dapat mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni.
b. Pengetahuan
Pada tahap ini pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni.
c. Pengertian
Pada tahap ini, kita menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan seni.
d. Analisis
Pada tahap ini, kita mulai mendeskripsikan salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi.
e. Penilaian
Pada tahap ini, lebih ditekankan pada penilaian tehadap karya-karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif.
f. Apresiasi
Tahap apresiasi terdiri dari tiga hal; value (nilai), empathy dan feeling. Value adalah kegiatan menilai suatu keindahan seni, pengalaman estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat. Sedangkan empathy, kegiatan memahami, dan menghargai. Sementara feeling, lebih pada menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni.
a. Persepsi
Pada kegiatan persepsi kita mengenali atau mengidentifikasi bentuk-bentuk karya seni akan kita apresiasi, misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater , baik tradisional, maupun modern. Pada kegiatan persepsi kita dapat mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni.
b. Pengetahuan
Pada tahap ini pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni.
c. Pengertian
Pada tahap ini, kita menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan seni.
d. Analisis
Pada tahap ini, kita mulai mendeskripsikan salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi.
e. Penilaian
Pada tahap ini, lebih ditekankan pada penilaian tehadap karya-karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif.
f. Apresiasi
Tahap apresiasi terdiri dari tiga hal; value (nilai), empathy dan feeling. Value adalah kegiatan menilai suatu keindahan seni, pengalaman estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat. Sedangkan empathy, kegiatan memahami, dan menghargai. Sementara feeling, lebih pada menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni.
Jenis-jenis karya musik:
Ada
3 jenis karya musik yang bersumber dari gagasan dan imajinasi yang
diekspresikan secara murni (tidak plagiat atau jiplakan), yaitu :
a.
Komposisi adalah suatu bentuk karya yang dicipta secara tertulis dan dapat
dinikmati secara abadi.
b. Improvisasi adalah karya cipta seni seketika, berlangsung hanya sekali, spontanitas dan tidak bersifat abadi.
c. Aransemen atau transkip adalah sebuah orkestra besar dialih tuliskan menjadi karya musik yang dimainkan dengan organ atau gitar saja.
b. Improvisasi adalah karya cipta seni seketika, berlangsung hanya sekali, spontanitas dan tidak bersifat abadi.
c. Aransemen atau transkip adalah sebuah orkestra besar dialih tuliskan menjadi karya musik yang dimainkan dengan organ atau gitar saja.
D. UNSUR UNSUR MUSIK
Berikut merupakan unsur -
unsur dari suatu musik,
1. Melodi
Melodi adalah tingkatan tinggi-rendah dan panjang-pendeknya nada dalam musik. Dalam sebuah
musik melodi terdengar seperti nada yang seolah bergerak menuju puncak dan
kemudian kembali ke kondisi sebelumnya. Melodi terdiri dari pitch, durasi
dan tone. Pitch juga biasa disebut timbre atau warna suara. Pitch yaitu suatu hal
mengatur serangkaian not, yang dilambangkan dengan alfabet A-G. Not-not
tersebut menjadi melodi dalam selang waktu tertentu atau disebut durasi. Not
tersebut bisa dihasilkan dari bermacam alat musik dengan warna suara yang berbeda-beda
atau dikenal dengan nama tone.
2. Ritme
Ritme (irama) merupakan rangkaian gerak yang
beraturan dan menjadi unsur dasar dari musik. Ritme terbentuk dari sekelompok
bunyi dan diam panjang pendeknya dalam waktu yang bermaca-macam, membentuk pola
irama dan bergerak menurut pulsa dalam setiap ayunan birama (Jamalus,1998:7). Irama berfungsi untuk mengatur dari suara dan hening. Unsur dari irama
meliputi not, ketukan dan tempo. Agar irama dalam musik tetap teratur, musik
tersebut harus sesuai dengan tempo yang terdiri dari not-not yang dimainkan
dalam satu ketukan. Tempo di sini berfungsi agar kecepatan ketika memainkan
musik dapat diatur dan disesuaikan.
3. Harmoni
Harmoni adalah cabang ilmu
pengetahuan musik yang membahas dan membicarakan perihal keindahan
komposisi musik (Banoe, 2003:180). Harmoni merupakan bagian yang melibatkan nada
atau kunci (kord) yang berlangsung terus-menerus. Dalam musik harmoni akan tampak ketika terdapat keseimbangan antara momen
penekanan dan pelepasan. Harmoni tersusun dari interval, kunci dan skala.
Interval yaitu jarak yang terdapat antara dua buah nada. Kunci merupakan
serangkaian not yang mengatur keharmonisan suatu melodi dalam interval
tertentu. Dan skala adalah sekumpulan not berperan sebagai kerangka dari suatu
musik. Skala juga berfungsi sebagai acuan untuk menentukan not yang akan
dimainkan pada musik.
4. Dinamik
Dinamik adalah tingkatan keras dan lembutnya cara memainkan musik, keras dan lembut ini diperlukan agar musik tidak terdengan monoton atau
datar. Keadaan keras dan lembut tersebut memiliki istilah sendiri di dalam
permainan musik, seperti Piano (p = lembut), Pianissimo (pp = sangat lembut), Mezzo piano (mp = setengah lembut), Mezzo forte (mf =
setengah keras). Forte (f = keras), Fortissimo (ff = sangat keras). Selain itu masih ada tanda dinamik lainnya yang digunakan yaitu crescendo
dan decrescendo. Crescendo menandakan agar musik dimainkan dengan keras.
Sebaliknya, decrescendo menandakan agar dimainkan dengan lembut.
5. Tangga nada
Tangga nada adalah urutan dari
suatu nada yang disusun seperti tangga. Tangga nada dibagi menjadi dua, yaitu tangga
nada diatonik dan pentatonik. Tangga nada diatonik yaitu tangga nada yang terdiri dari 7 nada berdasarkan
interval-interval yang telah ditentukan. Sedangkan tangga nada pentatonis yaitu
tangga nada yang hanya terdiri dari 5 nada pokok. Suatu tangga nada, pasti ada satu nada dasar yang diikuti oleh nada-nada lainnya yang bisa lebih rendah atau lebih tinggi dengan pola interval tertentu, sehingga terbentuk bentuk khas tersendiri.
Stainless Steel Magnets - titanium arts
BalasHapusIroning the Stainless https://deccasino.com/review/merit-casino/ Steel https://septcasino.com/review/merit-casino/ Magnets (4-Pack). Made in Germany. หาเงินออนไลน์ The Titanium Arts Stainless Steel gri-go.com Magnets are ford escape titanium an alloy made of steel in stainless steel